Kamis, 02 Mei 2013



Hasil pertemuan pertama semi final Liga Champions musim ini memberi indikasi kuat akan terjadinya final sesama Jerman di Stadion Wembley pada 25 Mei 2013 nanti. Selang sehari setelah kemenangan Bayern atas Barcelona, Borussia Dortmund menundukkan juara Spanyol Real Madrid dengan skor yang tak kalah telak 4-1 pada 24 April 2013 lalu.  

Kedua kubu sama-sama memainkan pola 4-2-3-1. Tuan rumah Borussia Dortmund kembali diperkuat bek tangguh Mats Hummels yang telah pulih dari cedera. Sven Bender menggantikan kapten Sebastian Kehl berduet dengan Ilkay Guendogan di lini tengah.  

Di kubu Real Madrid, Jose Mourinho menempatkan Luka Modric di belakang penyerang tunggal. Mesut Oezil yang biasa bermain di belakang penyerang kali ini bermain di sayap kanan, menggeser Angel Di Maria ke bangku cadangan.  

Transisi dan Umpan Cepat Dortmund

Salah satu ciri permainan Dortmund adalah transisi permainan dan umpan yang mengalir cepat. Pada pertandingan semi final leg 1 melawan Real Madrid mereka menunjukkan mengapa gaya main tersebut mengantarkan mereka juara Bundesliga dua musim berturut-turut. 

Pada saat kehilangan bola, para pemain Dortmund berusaha merebut bola sebelum masuk ke daerah pertahanan mereka. Setiap pemain Madrid menguasai bola, setidaknya ada dua pemain Dortmund membayangi dan siap merebut bola. 

Setelah kembali memenangkan bola, Dortmund memainkan umpan cepat dari sayap. Menyadari dua pemain sayap Madrid, Oezil dan Cristiano Ronaldo kurang efektif dalam membantu pertahanan, Juergen Klopp menugaskan Mario Goetze untuk ikut membanjiri sektor sayap Madrid. 

Umpan cepat dan pergerakan Goetze di sayap inilah yang mengawali proses terjadinya gol pertama Robert Lewandowski. Usai Guendogan mengantisipasi serangan Madrid, ia melepas umpan ke Schmelzer di kiri. Pada saat yang bersamaan Goetze ikut bergerak di sayap kiri. Schmelzer menusuk dari sayap dan memainkan umpan cepat dengan Guendogan dan Goetze. Banyaknya pemain Dortmund di sayap kiri membuat Goetze bebas melepas umpan silang yang diselesaikan oleh Robert Lewandowski. 

Pola Serangan Madrid

Penempatan Luka Modric sebagai gelandang serang nampaknya bertujuan memberi Madrid kemampuan lebih untuk menguasai lini tengah. Sayangnya hal ini justru menganggu pergerakan Ronaldo. 

Luka Modric berbeda dengan Mesut Oezil yang gemar bergerak ke sayap untuk memberi ruang CR7 menusuk ke tengah. Luka Modric yang jarang melebar ke sayap membuat Ronaldo tak memiliki ruang di tengah untuk masuk.   

Hal ini diperparah dengan penempatan Mesut Oezil di sayap kanan. Oezil yang secara natural adalah gelandang tengah memiliki kecenderungan untuk bergerak menusuk ke tengah. Menumpuknya Modric dan Oezil di tengah membuat Ronaldo terpaku di sayap kiri.  Ronaldo menghabiskan 43 persen aksinya di sayap kiri. Hal ini berbeda dengan kebiasaan Ronaldo yang sering bergerak ke tengah bahkan ke sayap kanan untuk mencetak gol.

Gol penyama kedudukan Madrid juga lebih disebabkan kurangnya koordinasi antara dua bek tengah Dortmund Neven Subotic dan Mats Hummels. Ronaldo yang beruntung dalam posisi tak terkawal di kiri memanfaatkan kecepatannya masuk ke tengah untuk menerima umpan Higuain. 

Faktor Marco Reus di Babak Kedua

Salah satu faktor yang turut menentukan skor pertandingan ini adalah peran Marco Reus di babak kedua. Marco Reus yang mengawali pertandingan di sayap kiri Dortmund, pada babak kedua banyak bergerak ke sayap kanan memberi beban di sektor kiri Madrid. Hal ini menjadikan sektor kiri Madrid dibanjiri tak hanya dua tapi hingga tiga gelandang serang Dortmund — Blaszczykowski, Goetze dan Reus. 

Grafik di bawah menunjukkan perbandingan aksi Marco Reus di babak pertama dan kedua. Terlihat bagaimana di babak kedua prosentase aksi Marco Reus di sayap kanan lebih sering dibanding babak pertama.

Juergen Klopp nampaknya melihat bahwa kegemaran Fabio Coentrao untuk naik menyerang dan kurang maksimalnya Ronaldo dalam bertahan menjadi titik yang bisa dieksploitasi. Inilah barangkali yang mendasarinya untuk menginstruksikan Reus agar ikut membombardir dari sayap kanan. Hal ini terbukti dengan tiga gol Dortmund di babak kedua yang semuanya diawali serangan di sektor kiri pertahanan Real Madrid dan melibatkan Marco Reus. 

Pada gol kedua Dortmund Marco Reus berdiri tak terkawal di kanan dalam pertahanan Madrid. Reus yang menerima bola selanjutnya melepas tembakan ke arah gawang. Bola mengenai Lewandowski yang dengan mudah menceploskannya ke gawang Diego Lopez. 

Gol ketiga Dortmund diawali kombinasi Blaszczykowski dan Marco Reus di kiri pertahanan Madrid. Sedangkan pada gol keempat, Marco Reus yang tak terkawal masuk kotak penalti dari kiri pertahanan Madrid. Xabi Alonso terpaksa melanggar Reus di kotak penalti untuk mencegah mantan pemain Moenchengladbach ini menerima umpan Mario Goetze. 

Robert Lewandowski

Serangan Dortmund dari sektor sayap tak akan menghasilkan kemenangan jika tak ada pemain yang mampu mengubahnya menjadi gol. Robert Lewandowski melakukan tugasnya sebagai ujung tombak Dortmund dengan sangat baik. Penyerang asal Polandia ini mampu menyelesaikan empat dari tujuh peluang yang dimilikinya. 

Selain penyelesaian akhir, mantan penyerang Lech Poznan ini juga mampu mengambil posisi dengan baik. Pergerakan dan kemampuannya mengambil posisi berhasil membawanya mencetak empat gol pada pertandingan ini. Layak jika mayoritas media memilihnya menjadi bintang lapangan. 

Analisis Kekalahan Real Madrid



Hasil pertemuan pertama semi final Liga Champions musim ini memberi indikasi kuat akan terjadinya final sesama Jerman di Stadion Wembley pada 25 Mei 2013 nanti. Selang sehari setelah kemenangan Bayern atas Barcelona, Borussia Dortmund menundukkan juara Spanyol Real Madrid dengan skor yang tak kalah telak 4-1 pada 24 April 2013 lalu.  

Kedua kubu sama-sama memainkan pola 4-2-3-1. Tuan rumah Borussia Dortmund kembali diperkuat bek tangguh Mats Hummels yang telah pulih dari cedera. Sven Bender menggantikan kapten Sebastian Kehl berduet dengan Ilkay Guendogan di lini tengah.  

Di kubu Real Madrid, Jose Mourinho menempatkan Luka Modric di belakang penyerang tunggal. Mesut Oezil yang biasa bermain di belakang penyerang kali ini bermain di sayap kanan, menggeser Angel Di Maria ke bangku cadangan.  

Transisi dan Umpan Cepat Dortmund

Salah satu ciri permainan Dortmund adalah transisi permainan dan umpan yang mengalir cepat. Pada pertandingan semi final leg 1 melawan Real Madrid mereka menunjukkan mengapa gaya main tersebut mengantarkan mereka juara Bundesliga dua musim berturut-turut. 

Pada saat kehilangan bola, para pemain Dortmund berusaha merebut bola sebelum masuk ke daerah pertahanan mereka. Setiap pemain Madrid menguasai bola, setidaknya ada dua pemain Dortmund membayangi dan siap merebut bola. 

Setelah kembali memenangkan bola, Dortmund memainkan umpan cepat dari sayap. Menyadari dua pemain sayap Madrid, Oezil dan Cristiano Ronaldo kurang efektif dalam membantu pertahanan, Juergen Klopp menugaskan Mario Goetze untuk ikut membanjiri sektor sayap Madrid. 

Umpan cepat dan pergerakan Goetze di sayap inilah yang mengawali proses terjadinya gol pertama Robert Lewandowski. Usai Guendogan mengantisipasi serangan Madrid, ia melepas umpan ke Schmelzer di kiri. Pada saat yang bersamaan Goetze ikut bergerak di sayap kiri. Schmelzer menusuk dari sayap dan memainkan umpan cepat dengan Guendogan dan Goetze. Banyaknya pemain Dortmund di sayap kiri membuat Goetze bebas melepas umpan silang yang diselesaikan oleh Robert Lewandowski. 

Pola Serangan Madrid

Penempatan Luka Modric sebagai gelandang serang nampaknya bertujuan memberi Madrid kemampuan lebih untuk menguasai lini tengah. Sayangnya hal ini justru menganggu pergerakan Ronaldo. 

Luka Modric berbeda dengan Mesut Oezil yang gemar bergerak ke sayap untuk memberi ruang CR7 menusuk ke tengah. Luka Modric yang jarang melebar ke sayap membuat Ronaldo tak memiliki ruang di tengah untuk masuk.   

Hal ini diperparah dengan penempatan Mesut Oezil di sayap kanan. Oezil yang secara natural adalah gelandang tengah memiliki kecenderungan untuk bergerak menusuk ke tengah. Menumpuknya Modric dan Oezil di tengah membuat Ronaldo terpaku di sayap kiri.  Ronaldo menghabiskan 43 persen aksinya di sayap kiri. Hal ini berbeda dengan kebiasaan Ronaldo yang sering bergerak ke tengah bahkan ke sayap kanan untuk mencetak gol.

Gol penyama kedudukan Madrid juga lebih disebabkan kurangnya koordinasi antara dua bek tengah Dortmund Neven Subotic dan Mats Hummels. Ronaldo yang beruntung dalam posisi tak terkawal di kiri memanfaatkan kecepatannya masuk ke tengah untuk menerima umpan Higuain. 

Faktor Marco Reus di Babak Kedua

Salah satu faktor yang turut menentukan skor pertandingan ini adalah peran Marco Reus di babak kedua. Marco Reus yang mengawali pertandingan di sayap kiri Dortmund, pada babak kedua banyak bergerak ke sayap kanan memberi beban di sektor kiri Madrid. Hal ini menjadikan sektor kiri Madrid dibanjiri tak hanya dua tapi hingga tiga gelandang serang Dortmund — Blaszczykowski, Goetze dan Reus. 

Grafik di bawah menunjukkan perbandingan aksi Marco Reus di babak pertama dan kedua. Terlihat bagaimana di babak kedua prosentase aksi Marco Reus di sayap kanan lebih sering dibanding babak pertama.

Juergen Klopp nampaknya melihat bahwa kegemaran Fabio Coentrao untuk naik menyerang dan kurang maksimalnya Ronaldo dalam bertahan menjadi titik yang bisa dieksploitasi. Inilah barangkali yang mendasarinya untuk menginstruksikan Reus agar ikut membombardir dari sayap kanan. Hal ini terbukti dengan tiga gol Dortmund di babak kedua yang semuanya diawali serangan di sektor kiri pertahanan Real Madrid dan melibatkan Marco Reus. 

Pada gol kedua Dortmund Marco Reus berdiri tak terkawal di kanan dalam pertahanan Madrid. Reus yang menerima bola selanjutnya melepas tembakan ke arah gawang. Bola mengenai Lewandowski yang dengan mudah menceploskannya ke gawang Diego Lopez. 

Gol ketiga Dortmund diawali kombinasi Blaszczykowski dan Marco Reus di kiri pertahanan Madrid. Sedangkan pada gol keempat, Marco Reus yang tak terkawal masuk kotak penalti dari kiri pertahanan Madrid. Xabi Alonso terpaksa melanggar Reus di kotak penalti untuk mencegah mantan pemain Moenchengladbach ini menerima umpan Mario Goetze. 

Robert Lewandowski

Serangan Dortmund dari sektor sayap tak akan menghasilkan kemenangan jika tak ada pemain yang mampu mengubahnya menjadi gol. Robert Lewandowski melakukan tugasnya sebagai ujung tombak Dortmund dengan sangat baik. Penyerang asal Polandia ini mampu menyelesaikan empat dari tujuh peluang yang dimilikinya. 

Selain penyelesaian akhir, mantan penyerang Lech Poznan ini juga mampu mengambil posisi dengan baik. Pergerakan dan kemampuannya mengambil posisi berhasil membawanya mencetak empat gol pada pertandingan ini. Layak jika mayoritas media memilihnya menjadi bintang lapangan. 
This entry was posted in :


Mimpi  Barcelona untuk melaju ke final Liga Champions punah setelah menelan kekalahan 0-3 dari Bayern Muenchen dalam laga kedua semifinal yang digelar di Stadion Camp Nou pada Kamis dinihari WIB. Blaugrana keok agregat 0-7 dari Die Bayern.

Bayern di bawah pelatih Jupp Heynckes tampak mengulang gaya bermain ketika pasukannya menekuk pasukan asuhan pelatih Tito Vilanova dengan skor 4-0 dalam leg pertama (23/4/2013). Die Roten tampil menekan dengan dukungan lini pertahanan yang kokoh. Mereka juga mengandalkan pola serangan balik yang cepat.

Ada lima sebab Barcelona sampai kalah 0-3 dari Bayern dalam laga leg kedua yang digelar di Camp Nou, sebagaimana dikutip dari situszonalmarking.com.

Penyebab pertama, tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan skuad Bayern. Heynckes mendaulat anak buahnya untuk menekan habis-habisan pertahanan Barca sedari awal laga bergulir, sementara Mandzukic dan Thomas Muller mendapat penjagaan super ketat dari bek-tengah lawan.

Bayern, tulis antara, juga terus memfokuskan diri kepada lini pertahanan kemudian mencegah agar Barca tidak leluasa mengembangkan ritme permainan. Akibatnya, mesin serangan Barca lambat laun melambat, dapat terlihat dari intensitas operan-operan yang mereka peragakan menjadi kurang akurat. Peran Alex Song (nomor punggung 25) di kubu Barca amburadul.

Kenyataannya, kombinasi operan dari Marc Bartra ke Gerard Pique, hanya mencapai 21 kali; sementara capaian kombinasi operan Barca angka tertinggi diperoleh dari kerjasama antara Xavi Hernandez ke Andres Iniesta (33 kali) dalam final Liga Champions 2011. Barcelona miskin dalam menguasai tempo dan miskin ketika menekan pertahanan Bayern.

Penyebab kedua, daya gedor Barcelona. Fabregas terlalu mengambil posisi yang dalam dan jarang meneror bek tengah Bayern.  Ketika menerima umpan dari lini gelandang, ia jarang memanfaatkan momentum untuk secepat mungkin merangsek lawan.

Sementara, Alves terlalu didorong ke depan, tidak seperti posisi biasanya. dan Villa secara bertahap mengambil posisi sentral. Dengan begitu, Barta leluasa bergerak dari "right flank" dan berusaha menutup ruang gerak lawan. Pola yang sama juga dilakukan oleh Pique di lini tengah. Ia kerap beradu cepat dengan para pemain Bayern.

Penyebab ketiga, Bayern menampilkan lini pertahanan yang impresif dan solid. Dukungan fisik luar biasa dari Javi Martinez dan Bastian Schweinsteiger membuat Andres Iniesta tidak bergerak leluasa. Sanpai-sampai Schweinsteiger diganjar kartu kuning karena melakukan aksi tekel yang berakibat ia absen dalam laga final nanti.

Seperti penampilan Bayern pekan lalu, Franck Ribery dan Arjen Robben kerap turun ke belakang memperkokoh lini pertahanan. Pergerakan Ribery berulangkali merepotkan Dani Alves. Pemain Barca bernomor punggung 2 ini kerapkali memberi ruang bagi Ribery. Dengan begitu, kotak penalti Barca jadi bulan-bulanan para pemain Bayern.

Penyebab keempat, serangan balik (counter-attacks) yang dilakukan para pemain Bayern mengalir lewa Robben. Alhasil, Pique harus menyelesaikan pekerjaan rumah dengan menghadang pergerakan Robben.

Pengambilan posisi  Robben, Ribery dan Thomas Muller demikian dalam sehingga mengancam pertahanan Barca. Dengan kemampuan dribel yahud, kedua pemain pemain sayap Bayern menjadi bintang.

Penyebab kelima, adakah memang Barca menekan Bayern? Para pemain Bayern begitu banyak memperoleh peluang karena para pemain Barca tampak kurang kompak menekan lawan. Faktor ini yang kerap mencuatkan keprihatinan bahwa ada transisi yang kurang mulus dari Pep Guardiola ke Vilanova, meskipun keduanya digadang-gadang punya corak taktik hampir serupa.

Guardiola semasa membesut Lionel Messi cs. menerapkan latihan stamina luar biasa yang berbuah positif untuk mendukung pola menyerang. Faktor dukungan stamina yang pas-pasan yang bukan tidak mungkin menyebabkan daya gempur Messi cs. terlihat kurang eksplosif.

Analisis Kekalahan Barcelona



Mimpi  Barcelona untuk melaju ke final Liga Champions punah setelah menelan kekalahan 0-3 dari Bayern Muenchen dalam laga kedua semifinal yang digelar di Stadion Camp Nou pada Kamis dinihari WIB. Blaugrana keok agregat 0-7 dari Die Bayern.

Bayern di bawah pelatih Jupp Heynckes tampak mengulang gaya bermain ketika pasukannya menekuk pasukan asuhan pelatih Tito Vilanova dengan skor 4-0 dalam leg pertama (23/4/2013). Die Roten tampil menekan dengan dukungan lini pertahanan yang kokoh. Mereka juga mengandalkan pola serangan balik yang cepat.

Ada lima sebab Barcelona sampai kalah 0-3 dari Bayern dalam laga leg kedua yang digelar di Camp Nou, sebagaimana dikutip dari situszonalmarking.com.

Penyebab pertama, tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan skuad Bayern. Heynckes mendaulat anak buahnya untuk menekan habis-habisan pertahanan Barca sedari awal laga bergulir, sementara Mandzukic dan Thomas Muller mendapat penjagaan super ketat dari bek-tengah lawan.

Bayern, tulis antara, juga terus memfokuskan diri kepada lini pertahanan kemudian mencegah agar Barca tidak leluasa mengembangkan ritme permainan. Akibatnya, mesin serangan Barca lambat laun melambat, dapat terlihat dari intensitas operan-operan yang mereka peragakan menjadi kurang akurat. Peran Alex Song (nomor punggung 25) di kubu Barca amburadul.

Kenyataannya, kombinasi operan dari Marc Bartra ke Gerard Pique, hanya mencapai 21 kali; sementara capaian kombinasi operan Barca angka tertinggi diperoleh dari kerjasama antara Xavi Hernandez ke Andres Iniesta (33 kali) dalam final Liga Champions 2011. Barcelona miskin dalam menguasai tempo dan miskin ketika menekan pertahanan Bayern.

Penyebab kedua, daya gedor Barcelona. Fabregas terlalu mengambil posisi yang dalam dan jarang meneror bek tengah Bayern.  Ketika menerima umpan dari lini gelandang, ia jarang memanfaatkan momentum untuk secepat mungkin merangsek lawan.

Sementara, Alves terlalu didorong ke depan, tidak seperti posisi biasanya. dan Villa secara bertahap mengambil posisi sentral. Dengan begitu, Barta leluasa bergerak dari "right flank" dan berusaha menutup ruang gerak lawan. Pola yang sama juga dilakukan oleh Pique di lini tengah. Ia kerap beradu cepat dengan para pemain Bayern.

Penyebab ketiga, Bayern menampilkan lini pertahanan yang impresif dan solid. Dukungan fisik luar biasa dari Javi Martinez dan Bastian Schweinsteiger membuat Andres Iniesta tidak bergerak leluasa. Sanpai-sampai Schweinsteiger diganjar kartu kuning karena melakukan aksi tekel yang berakibat ia absen dalam laga final nanti.

Seperti penampilan Bayern pekan lalu, Franck Ribery dan Arjen Robben kerap turun ke belakang memperkokoh lini pertahanan. Pergerakan Ribery berulangkali merepotkan Dani Alves. Pemain Barca bernomor punggung 2 ini kerapkali memberi ruang bagi Ribery. Dengan begitu, kotak penalti Barca jadi bulan-bulanan para pemain Bayern.

Penyebab keempat, serangan balik (counter-attacks) yang dilakukan para pemain Bayern mengalir lewa Robben. Alhasil, Pique harus menyelesaikan pekerjaan rumah dengan menghadang pergerakan Robben.

Pengambilan posisi  Robben, Ribery dan Thomas Muller demikian dalam sehingga mengancam pertahanan Barca. Dengan kemampuan dribel yahud, kedua pemain pemain sayap Bayern menjadi bintang.

Penyebab kelima, adakah memang Barca menekan Bayern? Para pemain Bayern begitu banyak memperoleh peluang karena para pemain Barca tampak kurang kompak menekan lawan. Faktor ini yang kerap mencuatkan keprihatinan bahwa ada transisi yang kurang mulus dari Pep Guardiola ke Vilanova, meskipun keduanya digadang-gadang punya corak taktik hampir serupa.

Guardiola semasa membesut Lionel Messi cs. menerapkan latihan stamina luar biasa yang berbuah positif untuk mendukung pola menyerang. Faktor dukungan stamina yang pas-pasan yang bukan tidak mungkin menyebabkan daya gempur Messi cs. terlihat kurang eksplosif.
This entry was posted in :

Rabu, 01 Mei 2013


Kondisi guru bersertifikasi pendidik yang jumlahnya sekitar 550.000 orang masih banyak yang belum bisa dibilang profesional dan sesuai standar kompetensi. Pengembangan profesionalisme guru memang tak mungkin diwujudkan dengan begitu saja oleh guru setelah mengikuti proses sertifikasi. Butuh proses pengembangan profesi guru menuju guru yang profesional yang tidak instan dan perlu waktu tak singkat.

Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) Kementrian Pendidikan Nasional, mengarahkan pebinaan dan pengembangan profesionalisme guru , yang memenuhi standar keprofesian untuk meningkatkan kompetensi , status sosial, dan pembinaan karir serta pemberian kesejahteraan, penghargaan dan perlindungan hukum bagi guru. Kompetensi yang dituju mencakup penguasaan pengetahuan, ketrampilan dan sikap serta perilaku profesional yang dipersyaratkan untuk melaksanakan tugas dalam jabatan guru.

Pembinaan dan pengembangan guru harus difokuskan pada terwujudnya koherenisasi fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu secara nasional, semua guru di Indonesia diharapkan menjadi guru yang cerdas, cakap dan terampil melaksanakan pembelajaran sesuia dengan standar, kriteria, norma, dan prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan mengedepankan estetika, etika, keluhuran budi pakerti dan keunggulan kepribadian bangsa.

Sebelum kita mengulas tentang peningkatan mutu tenaga kependidikan ada baiknya bila kita menilik lebih jauh tentang permasalahan serta hal-hal yang mengelayuti tenaga kependidikan untuk berkembang. Dipo Handoko dalam artikelnya tentang Mengurai Permasalahan Guru pada majalah Guru menyebutkan ada 11 permasalan yang dihadapi oleh guru, yaitu:

·   Jumlah tenaga pendidik yang ada di Indonesia sangat besar, namun demikian kebutuhan akan tenaga pendidik khususnya guru masih besar mengingat cakupan wilayah serta jumlah penduduk Indonesia yang besar dan luas. Data dari Direktorat Profesi Pendidik tahun 2008 mencatat jumlah guru mata pelajaran di sekolah negeri (SD, SMP, dan SMA)sebanyak 1.444.868 orang. Padahal kebutuhan ideal berdasarkan formula Direktorat Profesi Pendidik ideal sebanyak 1.591.784.
·   Bervariasinya beban kerja tenaga pendidik dengan kualifikasi akademik, jenjang kepangkatan, pengalaman, dan gaji yang setara antara satu daerah dengan daerah lain. Pada hal ini contohnya jika guru memiliki beban belajar yang berat, sang guru tidak akan mampu memberikan perhatian yang cukup untuk tiap-tiap individu siswa, sehingga proses pembelajaran yang interaktif dan inovatif akan terganggu.
·     Tingkat kesejahteraan tenaga pendidik yang masih rendah. Rendahnya penghasilan sebagian besar tenaga pendidik berdampak pada kualitas peserta didik. Tenaga pendidik akan kesulitan untuk mengimplementasikan berbagai upaya perbaikan mutu pendidikan karena waktu dan tenaganya tersita untuk mencari penghasilan tambahan agar dapur keluarganya tetap berasap. Di era reformasi, pemerintah sudah memperioritaskan peningkatan penghargaan terhadap profesi tenaga pendidik, termasuk dengan memberikan tunjangan profesi pendidik. Hanya saja terbatasnya dana pemerintah serta adanya persyaratan yang harus dipenuhi tenaga pendidik untuk mendapatkan tunjangan membuat program ini berjalan bertahap dan belum menjangkau keseluruhan guru dalam waktu yang singkat.
·    Sebaran guru yang belum meratadi Tanah Air dengan kualitas yang berbeda-beda pula. Guru masih banyak menumpuk di kota-kota besar, sementara di kota-kota kecil dan daerah masih kekurangan guru. Rekrutmen penempatan dan mobilisasi yang tidak merata antara kota-kotakecil atau perkotaan dan pedesaan, berakibat terjadnya ketidaksesuaian guru yang ada dengan kebutuhan, baik dari kualitas maupun kuantitas. Akibat lebih lanjut, kualitas pendidikan antardaerah bisa sangat mencolok perbedaanya.
·   Standar pendidik yang dituntut UU nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen masih belum bisa terpenuhi sebagian besar guru.
·     Belum lengkapnya data tenaga pendidik. Padahal data tenaga pendidik merupakan bagian penting dalam manajemen tenaga pendidik. Data ini dipakai untuk memastikan pemenuhan kebutuhan sekolah akan guru berkualitas sesuai standar pendidikan. Ketersediaan data tenaga pendidik yang lengkap dan akurat sangat penting untuk memetakan kondisi tenaga pendidik. Hasil pemetaan di antaranya mencakup jumlah tenaga pendidik, kelebihan dan kekurangan tenaga pendidik khususnya guru pada mata pelajaran, kondisi tenaga pendidik menurut umur dan latar belakang pendidikan serta tingkat kompetensi tenaga pendidik.
·      Perkembangan Teknologi Informasi dab Telekomunikasi (TIK) khususnya untuk kepentingan pendidikan masih belum bisa diakses oleh sebagian besar tenaga pendidik. Padahal tenaga pendidik sangat memerlukan berbagai informasi dan pengetahuan dengan memanfaatkan TIK dan internet. TIK bukan saja berperan sebagai media alternatif untuk melaksanakan proses pembelajaran tetapi juga telah diposisikan sebagai alat dalam mencapai pembentukan kompetensi kompetitif yang global. Agar tenaga pendidik dan dunia pendidikan tidak tertinggal, tenaga pendidik dimasa depan tidak bisa tidak menguasai dan mampu memanfaatkan TIK. Sayangnya masih terdapat jurang pemisah antara wilayah mengenai perkembangan TIK sendiri sehingga masih banyak tenaga pendidik yang belum mampu memanfaatkan TIK atau hanya sekedar menggunakan komputer sekaligus aplikasi untuk menunjang proses pembelajaran.
·    Desentralisasi pengelolaan pendidikan di kabupaten/kota belum berjalan efektif. Kewenangan dan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota, diantaranya meliputi rekrutmen, promosi, penempatan, dan pemberian insentif lokal pada tenaga pendidik. Kenyataannya, banyak kasus tenaga pendidik di daerah selalu dikirim ke pusat untuk penyelesaiannya.
·      Beban mengajar guru paling sedikit 24 jam tatap muka dalam satu pekan, ternyata masih menjadi kendala bagi tenaga pendidik. Pasalnya, banyak sekolah yang sebenarnya kelebihan tenaga pendidik sehingga tenaga pendidik tak mampi memenuhi kewajiban mengajar minimal 24 jam/pekan. Tenaga pendidik di sekolah yang berada di daerah terpencil semakin sulit memnuhi peraturan tersebut karena sedikitnya siswa.
·     Perhatian dunia usaha dan industri, juga masyarakat pada umumnya, untuk memberikan bantuan kepada tenaga pendidik agar dapat melaksanakan pekerjaan secara profesional, masih belum memadai. Padahal, pendidikan sangat lekat dengan dunia usaha dan dunia industri.
·    Masyarakat masih menilai guru adalah jabatan yang kurang ideal. Pemberian penghargaan kepada guru yang terus diupayakan meningkat masih belum mampu mendongkrak martabat guru. Orang tua cenderung belum tertarik mendorong anak-anaknya menjadi guru. Siswa berprestasi tinggi memiliki kecenderungan menghindar menjadi guru karena generasi muda juga masih melihat tingkat ksejahteraan guru pada umumnya rendah, sehingga mereka tak melirik guru menjadi profesi pilihan dan bergengsi.

Era globalisasi di segala bidang, mau tak mau harus dihadapi dunia pendidikan kita. Tenaga pendidik menjadi ujung tombak penting dalam menghasilkan warga negara Indonesia sebagai sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif.

Era globalisasi yang bercirikan perubahan dan perkembangan lingkungan yang cepat, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, harus diadaptasi tenaga pendidik dengan cepat pula. Kalau tidak, bangsa dan negara ini akan semakin jauh ketinggalan dari bangsa lain. Globalisasi juga berdampak pada ketergantungan suatu bangsa pada bangsa lain yang akan semakin tinggi termasuk pula dalam bidang perdagangan bebas akan membutuhkan tenaga kerja asing yang lebih berkualitas yang menyerbu pasar tenaga kerja nasional. Tanpa upaya keras untuk melaksanakan pengembangan yang berkelanjutan akan sangat sulit mempersiapkan tenaga kerja domestik berkualitas.

Mengurai Permasalahan Guru


Kondisi guru bersertifikasi pendidik yang jumlahnya sekitar 550.000 orang masih banyak yang belum bisa dibilang profesional dan sesuai standar kompetensi. Pengembangan profesionalisme guru memang tak mungkin diwujudkan dengan begitu saja oleh guru setelah mengikuti proses sertifikasi. Butuh proses pengembangan profesi guru menuju guru yang profesional yang tidak instan dan perlu waktu tak singkat.

Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) Kementrian Pendidikan Nasional, mengarahkan pebinaan dan pengembangan profesionalisme guru , yang memenuhi standar keprofesian untuk meningkatkan kompetensi , status sosial, dan pembinaan karir serta pemberian kesejahteraan, penghargaan dan perlindungan hukum bagi guru. Kompetensi yang dituju mencakup penguasaan pengetahuan, ketrampilan dan sikap serta perilaku profesional yang dipersyaratkan untuk melaksanakan tugas dalam jabatan guru.

Pembinaan dan pengembangan guru harus difokuskan pada terwujudnya koherenisasi fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu secara nasional, semua guru di Indonesia diharapkan menjadi guru yang cerdas, cakap dan terampil melaksanakan pembelajaran sesuia dengan standar, kriteria, norma, dan prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan mengedepankan estetika, etika, keluhuran budi pakerti dan keunggulan kepribadian bangsa.

Sebelum kita mengulas tentang peningkatan mutu tenaga kependidikan ada baiknya bila kita menilik lebih jauh tentang permasalahan serta hal-hal yang mengelayuti tenaga kependidikan untuk berkembang. Dipo Handoko dalam artikelnya tentang Mengurai Permasalahan Guru pada majalah Guru menyebutkan ada 11 permasalan yang dihadapi oleh guru, yaitu:

·   Jumlah tenaga pendidik yang ada di Indonesia sangat besar, namun demikian kebutuhan akan tenaga pendidik khususnya guru masih besar mengingat cakupan wilayah serta jumlah penduduk Indonesia yang besar dan luas. Data dari Direktorat Profesi Pendidik tahun 2008 mencatat jumlah guru mata pelajaran di sekolah negeri (SD, SMP, dan SMA)sebanyak 1.444.868 orang. Padahal kebutuhan ideal berdasarkan formula Direktorat Profesi Pendidik ideal sebanyak 1.591.784.
·   Bervariasinya beban kerja tenaga pendidik dengan kualifikasi akademik, jenjang kepangkatan, pengalaman, dan gaji yang setara antara satu daerah dengan daerah lain. Pada hal ini contohnya jika guru memiliki beban belajar yang berat, sang guru tidak akan mampu memberikan perhatian yang cukup untuk tiap-tiap individu siswa, sehingga proses pembelajaran yang interaktif dan inovatif akan terganggu.
·     Tingkat kesejahteraan tenaga pendidik yang masih rendah. Rendahnya penghasilan sebagian besar tenaga pendidik berdampak pada kualitas peserta didik. Tenaga pendidik akan kesulitan untuk mengimplementasikan berbagai upaya perbaikan mutu pendidikan karena waktu dan tenaganya tersita untuk mencari penghasilan tambahan agar dapur keluarganya tetap berasap. Di era reformasi, pemerintah sudah memperioritaskan peningkatan penghargaan terhadap profesi tenaga pendidik, termasuk dengan memberikan tunjangan profesi pendidik. Hanya saja terbatasnya dana pemerintah serta adanya persyaratan yang harus dipenuhi tenaga pendidik untuk mendapatkan tunjangan membuat program ini berjalan bertahap dan belum menjangkau keseluruhan guru dalam waktu yang singkat.
·    Sebaran guru yang belum meratadi Tanah Air dengan kualitas yang berbeda-beda pula. Guru masih banyak menumpuk di kota-kota besar, sementara di kota-kota kecil dan daerah masih kekurangan guru. Rekrutmen penempatan dan mobilisasi yang tidak merata antara kota-kotakecil atau perkotaan dan pedesaan, berakibat terjadnya ketidaksesuaian guru yang ada dengan kebutuhan, baik dari kualitas maupun kuantitas. Akibat lebih lanjut, kualitas pendidikan antardaerah bisa sangat mencolok perbedaanya.
·   Standar pendidik yang dituntut UU nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen masih belum bisa terpenuhi sebagian besar guru.
·     Belum lengkapnya data tenaga pendidik. Padahal data tenaga pendidik merupakan bagian penting dalam manajemen tenaga pendidik. Data ini dipakai untuk memastikan pemenuhan kebutuhan sekolah akan guru berkualitas sesuai standar pendidikan. Ketersediaan data tenaga pendidik yang lengkap dan akurat sangat penting untuk memetakan kondisi tenaga pendidik. Hasil pemetaan di antaranya mencakup jumlah tenaga pendidik, kelebihan dan kekurangan tenaga pendidik khususnya guru pada mata pelajaran, kondisi tenaga pendidik menurut umur dan latar belakang pendidikan serta tingkat kompetensi tenaga pendidik.
·      Perkembangan Teknologi Informasi dab Telekomunikasi (TIK) khususnya untuk kepentingan pendidikan masih belum bisa diakses oleh sebagian besar tenaga pendidik. Padahal tenaga pendidik sangat memerlukan berbagai informasi dan pengetahuan dengan memanfaatkan TIK dan internet. TIK bukan saja berperan sebagai media alternatif untuk melaksanakan proses pembelajaran tetapi juga telah diposisikan sebagai alat dalam mencapai pembentukan kompetensi kompetitif yang global. Agar tenaga pendidik dan dunia pendidikan tidak tertinggal, tenaga pendidik dimasa depan tidak bisa tidak menguasai dan mampu memanfaatkan TIK. Sayangnya masih terdapat jurang pemisah antara wilayah mengenai perkembangan TIK sendiri sehingga masih banyak tenaga pendidik yang belum mampu memanfaatkan TIK atau hanya sekedar menggunakan komputer sekaligus aplikasi untuk menunjang proses pembelajaran.
·    Desentralisasi pengelolaan pendidikan di kabupaten/kota belum berjalan efektif. Kewenangan dan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota, diantaranya meliputi rekrutmen, promosi, penempatan, dan pemberian insentif lokal pada tenaga pendidik. Kenyataannya, banyak kasus tenaga pendidik di daerah selalu dikirim ke pusat untuk penyelesaiannya.
·      Beban mengajar guru paling sedikit 24 jam tatap muka dalam satu pekan, ternyata masih menjadi kendala bagi tenaga pendidik. Pasalnya, banyak sekolah yang sebenarnya kelebihan tenaga pendidik sehingga tenaga pendidik tak mampi memenuhi kewajiban mengajar minimal 24 jam/pekan. Tenaga pendidik di sekolah yang berada di daerah terpencil semakin sulit memnuhi peraturan tersebut karena sedikitnya siswa.
·     Perhatian dunia usaha dan industri, juga masyarakat pada umumnya, untuk memberikan bantuan kepada tenaga pendidik agar dapat melaksanakan pekerjaan secara profesional, masih belum memadai. Padahal, pendidikan sangat lekat dengan dunia usaha dan dunia industri.
·    Masyarakat masih menilai guru adalah jabatan yang kurang ideal. Pemberian penghargaan kepada guru yang terus diupayakan meningkat masih belum mampu mendongkrak martabat guru. Orang tua cenderung belum tertarik mendorong anak-anaknya menjadi guru. Siswa berprestasi tinggi memiliki kecenderungan menghindar menjadi guru karena generasi muda juga masih melihat tingkat ksejahteraan guru pada umumnya rendah, sehingga mereka tak melirik guru menjadi profesi pilihan dan bergengsi.

Era globalisasi di segala bidang, mau tak mau harus dihadapi dunia pendidikan kita. Tenaga pendidik menjadi ujung tombak penting dalam menghasilkan warga negara Indonesia sebagai sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif.

Era globalisasi yang bercirikan perubahan dan perkembangan lingkungan yang cepat, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, harus diadaptasi tenaga pendidik dengan cepat pula. Kalau tidak, bangsa dan negara ini akan semakin jauh ketinggalan dari bangsa lain. Globalisasi juga berdampak pada ketergantungan suatu bangsa pada bangsa lain yang akan semakin tinggi termasuk pula dalam bidang perdagangan bebas akan membutuhkan tenaga kerja asing yang lebih berkualitas yang menyerbu pasar tenaga kerja nasional. Tanpa upaya keras untuk melaksanakan pengembangan yang berkelanjutan akan sangat sulit mempersiapkan tenaga kerja domestik berkualitas.




Kualitas pendidikan di Indonesia sangat memprihatinkan. Ini di buktikan antara lain dengan data UNESCO pada tahun 2000 tentang peringkat Indeks pembangunan manusia (Human Develelopment Indeks) yaitu komposisi dari peringkat dari pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan bahwa Indeks pembangunan manusia Indonesia ( Human Develelopment Indeks) makin menurun. Diantara 174 negara di dunia Indonesia menempati urutan ke 102 pada tahun 1996, ke 99 pada tahun 1997, ke 105 pada tahun 1998, dan 109 pada tahun 1999. Kualitas pendidikan di Indonesia yang rendah itu juga di tunjukkan data Balitbang tahun 2003 bahwa dari 146.052 SD di Indonesia ternyata hanya 8 sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program. Dari 20.918 SMP di Indonesia ternyata juga hanya 8 sekolah yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Middle Years Program. Dan dari 8.036 SMA ternyata hanya 7 sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Diploma Program.

Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia.
Dari data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan di Indonesia memang sedang terpuruk. Banyak faktor yang mempengaruhinya, beberapa diantaranya adalah terbatasnya jam tatap muka di kelas. Jika kita cermati lebih jauh, faktor ini sangat krusial dalam proses peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia karena tiap peserta didik memiliki tingkat kecerdasan yang beragam yang berarti pula bahwa mereka tidak dapat dipukul rata bisa menyerap pelajaran yang berlangsung dalam kelas yang sangat singkat.

Selain itu, memasuki abad 21, gelombang globalisasi yang dirasakan negeri ini semakin kuat dan deras. Jika tenaga pendidik tidak dapat mengikuti dan mengembangkanya secara benar maka akan sangat disayangkan sekali. Globalisasi yang tidak ditanggapi dengan benar hanya akan menimbulkan dampak-dampak negatif. Namun, globalisaisi yang kita rasakan tidak hanya berdampak negatif saja tetapi juga dapat berdampak positif jika kita mampu menyerap dan mengaplikasikannya menjadi sebuah senjata untuk mengatasi masalah-masalah yang dilanda bangsa ini termasuk dalam bidang pendidikan. Kita dapat memanfaatkan globalisasi khususnya dalam bidang TI untuk mengatasi masalah-masalah pendidikan seperti yang telah dijelaskan pada data-data diatas.


Solusi yang Pernah Ditawarkan Sebelumnya

Solusi yang pernah ditawarkan untuk mengatasi masalah terbatasnya jam tatap muka di kelas yaitu  penambahan jam ataupun kursus di luar jam pelajaran. Penambahan materi disini berarti siswa akan mendapatkan penambahan jam pelajaran di luar jam pelajaran utama yang dilaksanakan tidak sesuai jadwal teratur/kurikulum. Penambahan jam ini biasanya dilaksanakan sebelum atau sesudah kegiatan persekolahan dengan tujuan untuk mengejar/lebih memahami pelajaran yang tidak bisa tercakup dalam waktu yang telah direntukan oleh jadwal tetap.

Sedangkan yang dimaksud dengan kursus disini adalah pengetahuan yang diberikan dengan waktu yang singkat dan cepat yang diadakan oleh suatu lembaga pendidikan di luar sekolah dan bertujuan untuk memperdalam materi pelajaran di kelas. Kursus diadakn di luar jam sekolah namun lebih terjadwal dan teratur. Dalam suatu kursus siswa akan dikenakan biaya sesuai dengan jangka waktu maupun tingkatan kursus.

Solusi lainnya adalah pembuatan program satu guru satu blog. Program ini merupakan sebuah program yang cukup revolusioner karena mampu mengaplikasikan perkembangan TI menjadi suatu program yang bermanfaat bagi pendidikan dan juga memecahkan permasalahan pendidikan dengan cara yang cukup modern.

Kajian Lebih Jauh Pemanfaatan Jejaring Sosial Facebook sebagai Solusi Terbatasnya Jam Tatap Muka

Seperti yang telah diungkapkan tadi, salah satu permasalahan yang membuat kualitas pendidikan di Indonesia terpuruk adalah minimnya jam pertemuan antara guru sebagai tenaga pendidik dengan siswa sebagai peserta didik. Mengacu pada tingkat kecerdasan individu yang berbeda-beda, proses belajar mengajar tidak akan efisien jika terbatas pada pertemuan di kelas saja, padahal seperti yagn kita telah ketahui bersama bahwa globalisasi telah berkembang sangat cepat termasuk dalam bidang TI sehingga kita juga harus mampu mengadaptasinya menjadi sesuatu yang bermanfaat.
  
Salah satu contoh perkembangan dalam bidang TI adalah fenomena jejaring sosial. Jejaring sosial inilah yang dapat kita manfaatkan untuk mengatasi masalah minimnya jam tatap muka dikelas. Karena dengan adanya situs jejaring sosial kita akan dengan mudah berkomunikasi dengan sesama teman ataupun kolega tanpa terbatas ruang dan waktu.  Dan dalam gagasan ini penulis menggunakan Facebook sebagai situs jejaring sosial populer untuk memecahkan masalah ini.

Penggunaan facebook sendiri di dasari fakta bahwa situs facebook berkembang dengan sangat cepat di Indonesia, hal ini terbukti dengan sebuah suvey yang dilakukan eMarketer seperti di kutip oleh kompas.com , jumlah pengguna Facebook di Indonesia naik 1.431.160 juta pengguna dalam sebulan terakhir. Pada 1 Januari 2010, e-marketer mencatat jumlah pengguna Facebook sebesar 15.301.280 pengguna. Indonesia hanya satu peringkat di bawah AS yang mencatat kenaikan jumlah pengguna 4.576.220 pengguna dalam periode yang sama dari 98.105.020 menjadi 102.681.240 pengguna.

Pengguna Facebook di Indonesia masih didominasi oleh kaum kelas menengah ke atas yang memiliki akses internet (yang masih tergolong mahal di Indonesia). Kebanyakan mereka adalah pelajar, mahasiswa, pekerja, politisi serta beberapa tokoh-tokoh nasional. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa minat siswa terhadap facebook cukuplah tinggi. Hal ini merupakan sebuah keuntungan besar untuk mengatsi masalah terbatasnya jam tatap muka.Jika hal ini dapat diadaptasi juga oleh tenaga pendidik maka permasalahan mengenai terbatasnya jam tatap muka di kelas akan teratasi dengan mudah.


Pihak-pihak yang Dipertimbangkan Dapat Membantu Mengimplementasikan Gagasan dan Uraian Peran Masing-masing

Untuk memudahkan langkah kerja dari pengaplikasian gagasan, penulis mengharapkan pihak-pihak lain dapat membantu menyelengarakan gagasan ini. Piha tersebut diantarnya adalah (1) Kemdiknas; (2) Kepala Sekolah; (3) Guru; (4) Praktisi TI; (5) Siswa. Program satu guru satu facebook akan berjalan dengan sempurna bila dilaksanakan oleh panitia yang professional. Pemilihan pelaksana yang berkompeten, penempatan kerja pelaksana yang tepat, dan motivasi yang kuat untuk melaksanakan program satu guru satu facebook menjadi acuan untuk memilih kelima pihak di atas menjadi bagian dari pelaksanaan gagasan ini. Pelaksanaan satu guru satu facebook memerlukan kontribusi dari kelimanya. Kemendiknas berfungsi sebagai pemegang kendali penuh dari pelaksanaan program ini, baik yang berada di pusat maupun daerah. Kepala sekolah sebagai kekuasaan tertinggi di suatu sekolah harus ikut berperan aktif dalam pelaksaan ini baik sebagai mediator maupun fasilitator. Sedangkan guru sebagai elemen penting dari program ini berperan sebagai pihak utama yang menjalankan program ini. Praktisi TI diperlukan untuk memberikan gambaran dan pelatihan mengenai permasalahan facebook dan yang terakhir siswa berfungsi sebagai objek dari penyelenggaraan program ini.


Langkah-langkah Strategis yang Dapat Dilakukan

            Terdapat beberapa tahapan untuk melaksanakan program Satu Guru Satu Facebook ini. Tahap awal mekanisasi Satu Guru Satu Facebook adalah  pembentukan pantia pelaksana dan proses sosialisasi. Tahap awal yaitu usaha untuk menjalin kerjasama dengan pihak yang terkait. Kerjasama ini bertujuan untuk melaksanakan program Satu Guru Satu Facebook dan membentuk struktur kepengurusan kegiatan Satu Guru Satu Facebook. Sosialisasi disini bertujuan untuk memperkenalkan kepada sekolah-sekolah tentang dampak positif dari Satu Guru Satu Facebook, setelah seluruh anggota sekolah mengetahui dan mengerti mengenai dampak positif dari Satu Guru Satu Facebook ini dan pada akhirnya anggota sekolahakan melaksanakan dengan sukarela tanpa paksaan dari pemerintah maupun dari masyarakat yang lainya. Tahap kedua yaitu pemberian materi atau pelatiha kepada guru mengenai jejaring sosial facebook dalam rangka mensukseskan program Satu Guru Satu Facebook. Tahap kedua ini bertujuan untuk mengenalkan guru kepada facebook serta membuat mereka paham akan fungsi dan tujuan dari program ini sendiri. Pada tahapan ini juga akan dikenalkan fitur0fitur apa saja yang ada di facebook dengan tujuan agar guru lebih memahami dan dapat menggunakan facebook dengan tepat. Tahap ketiga yaitu pemberdayaan pasca program. Tahap ini bertujuan agar para pelaku pendidikan di sekolah khususnya dapat membudidayakan semaksimal mungkin program Satu Guru Satu Facebook.

Facebook untuk Tenaga Pendidik




Kualitas pendidikan di Indonesia sangat memprihatinkan. Ini di buktikan antara lain dengan data UNESCO pada tahun 2000 tentang peringkat Indeks pembangunan manusia (Human Develelopment Indeks) yaitu komposisi dari peringkat dari pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan bahwa Indeks pembangunan manusia Indonesia ( Human Develelopment Indeks) makin menurun. Diantara 174 negara di dunia Indonesia menempati urutan ke 102 pada tahun 1996, ke 99 pada tahun 1997, ke 105 pada tahun 1998, dan 109 pada tahun 1999. Kualitas pendidikan di Indonesia yang rendah itu juga di tunjukkan data Balitbang tahun 2003 bahwa dari 146.052 SD di Indonesia ternyata hanya 8 sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program. Dari 20.918 SMP di Indonesia ternyata juga hanya 8 sekolah yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Middle Years Program. Dan dari 8.036 SMA ternyata hanya 7 sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Diploma Program.

Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia.
Dari data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan di Indonesia memang sedang terpuruk. Banyak faktor yang mempengaruhinya, beberapa diantaranya adalah terbatasnya jam tatap muka di kelas. Jika kita cermati lebih jauh, faktor ini sangat krusial dalam proses peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia karena tiap peserta didik memiliki tingkat kecerdasan yang beragam yang berarti pula bahwa mereka tidak dapat dipukul rata bisa menyerap pelajaran yang berlangsung dalam kelas yang sangat singkat.

Selain itu, memasuki abad 21, gelombang globalisasi yang dirasakan negeri ini semakin kuat dan deras. Jika tenaga pendidik tidak dapat mengikuti dan mengembangkanya secara benar maka akan sangat disayangkan sekali. Globalisasi yang tidak ditanggapi dengan benar hanya akan menimbulkan dampak-dampak negatif. Namun, globalisaisi yang kita rasakan tidak hanya berdampak negatif saja tetapi juga dapat berdampak positif jika kita mampu menyerap dan mengaplikasikannya menjadi sebuah senjata untuk mengatasi masalah-masalah yang dilanda bangsa ini termasuk dalam bidang pendidikan. Kita dapat memanfaatkan globalisasi khususnya dalam bidang TI untuk mengatasi masalah-masalah pendidikan seperti yang telah dijelaskan pada data-data diatas.


Solusi yang Pernah Ditawarkan Sebelumnya

Solusi yang pernah ditawarkan untuk mengatasi masalah terbatasnya jam tatap muka di kelas yaitu  penambahan jam ataupun kursus di luar jam pelajaran. Penambahan materi disini berarti siswa akan mendapatkan penambahan jam pelajaran di luar jam pelajaran utama yang dilaksanakan tidak sesuai jadwal teratur/kurikulum. Penambahan jam ini biasanya dilaksanakan sebelum atau sesudah kegiatan persekolahan dengan tujuan untuk mengejar/lebih memahami pelajaran yang tidak bisa tercakup dalam waktu yang telah direntukan oleh jadwal tetap.

Sedangkan yang dimaksud dengan kursus disini adalah pengetahuan yang diberikan dengan waktu yang singkat dan cepat yang diadakan oleh suatu lembaga pendidikan di luar sekolah dan bertujuan untuk memperdalam materi pelajaran di kelas. Kursus diadakn di luar jam sekolah namun lebih terjadwal dan teratur. Dalam suatu kursus siswa akan dikenakan biaya sesuai dengan jangka waktu maupun tingkatan kursus.

Solusi lainnya adalah pembuatan program satu guru satu blog. Program ini merupakan sebuah program yang cukup revolusioner karena mampu mengaplikasikan perkembangan TI menjadi suatu program yang bermanfaat bagi pendidikan dan juga memecahkan permasalahan pendidikan dengan cara yang cukup modern.

Kajian Lebih Jauh Pemanfaatan Jejaring Sosial Facebook sebagai Solusi Terbatasnya Jam Tatap Muka

Seperti yang telah diungkapkan tadi, salah satu permasalahan yang membuat kualitas pendidikan di Indonesia terpuruk adalah minimnya jam pertemuan antara guru sebagai tenaga pendidik dengan siswa sebagai peserta didik. Mengacu pada tingkat kecerdasan individu yang berbeda-beda, proses belajar mengajar tidak akan efisien jika terbatas pada pertemuan di kelas saja, padahal seperti yagn kita telah ketahui bersama bahwa globalisasi telah berkembang sangat cepat termasuk dalam bidang TI sehingga kita juga harus mampu mengadaptasinya menjadi sesuatu yang bermanfaat.
  
Salah satu contoh perkembangan dalam bidang TI adalah fenomena jejaring sosial. Jejaring sosial inilah yang dapat kita manfaatkan untuk mengatasi masalah minimnya jam tatap muka dikelas. Karena dengan adanya situs jejaring sosial kita akan dengan mudah berkomunikasi dengan sesama teman ataupun kolega tanpa terbatas ruang dan waktu.  Dan dalam gagasan ini penulis menggunakan Facebook sebagai situs jejaring sosial populer untuk memecahkan masalah ini.

Penggunaan facebook sendiri di dasari fakta bahwa situs facebook berkembang dengan sangat cepat di Indonesia, hal ini terbukti dengan sebuah suvey yang dilakukan eMarketer seperti di kutip oleh kompas.com , jumlah pengguna Facebook di Indonesia naik 1.431.160 juta pengguna dalam sebulan terakhir. Pada 1 Januari 2010, e-marketer mencatat jumlah pengguna Facebook sebesar 15.301.280 pengguna. Indonesia hanya satu peringkat di bawah AS yang mencatat kenaikan jumlah pengguna 4.576.220 pengguna dalam periode yang sama dari 98.105.020 menjadi 102.681.240 pengguna.

Pengguna Facebook di Indonesia masih didominasi oleh kaum kelas menengah ke atas yang memiliki akses internet (yang masih tergolong mahal di Indonesia). Kebanyakan mereka adalah pelajar, mahasiswa, pekerja, politisi serta beberapa tokoh-tokoh nasional. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa minat siswa terhadap facebook cukuplah tinggi. Hal ini merupakan sebuah keuntungan besar untuk mengatsi masalah terbatasnya jam tatap muka.Jika hal ini dapat diadaptasi juga oleh tenaga pendidik maka permasalahan mengenai terbatasnya jam tatap muka di kelas akan teratasi dengan mudah.


Pihak-pihak yang Dipertimbangkan Dapat Membantu Mengimplementasikan Gagasan dan Uraian Peran Masing-masing

Untuk memudahkan langkah kerja dari pengaplikasian gagasan, penulis mengharapkan pihak-pihak lain dapat membantu menyelengarakan gagasan ini. Piha tersebut diantarnya adalah (1) Kemdiknas; (2) Kepala Sekolah; (3) Guru; (4) Praktisi TI; (5) Siswa. Program satu guru satu facebook akan berjalan dengan sempurna bila dilaksanakan oleh panitia yang professional. Pemilihan pelaksana yang berkompeten, penempatan kerja pelaksana yang tepat, dan motivasi yang kuat untuk melaksanakan program satu guru satu facebook menjadi acuan untuk memilih kelima pihak di atas menjadi bagian dari pelaksanaan gagasan ini. Pelaksanaan satu guru satu facebook memerlukan kontribusi dari kelimanya. Kemendiknas berfungsi sebagai pemegang kendali penuh dari pelaksanaan program ini, baik yang berada di pusat maupun daerah. Kepala sekolah sebagai kekuasaan tertinggi di suatu sekolah harus ikut berperan aktif dalam pelaksaan ini baik sebagai mediator maupun fasilitator. Sedangkan guru sebagai elemen penting dari program ini berperan sebagai pihak utama yang menjalankan program ini. Praktisi TI diperlukan untuk memberikan gambaran dan pelatihan mengenai permasalahan facebook dan yang terakhir siswa berfungsi sebagai objek dari penyelenggaraan program ini.


Langkah-langkah Strategis yang Dapat Dilakukan

            Terdapat beberapa tahapan untuk melaksanakan program Satu Guru Satu Facebook ini. Tahap awal mekanisasi Satu Guru Satu Facebook adalah  pembentukan pantia pelaksana dan proses sosialisasi. Tahap awal yaitu usaha untuk menjalin kerjasama dengan pihak yang terkait. Kerjasama ini bertujuan untuk melaksanakan program Satu Guru Satu Facebook dan membentuk struktur kepengurusan kegiatan Satu Guru Satu Facebook. Sosialisasi disini bertujuan untuk memperkenalkan kepada sekolah-sekolah tentang dampak positif dari Satu Guru Satu Facebook, setelah seluruh anggota sekolah mengetahui dan mengerti mengenai dampak positif dari Satu Guru Satu Facebook ini dan pada akhirnya anggota sekolahakan melaksanakan dengan sukarela tanpa paksaan dari pemerintah maupun dari masyarakat yang lainya. Tahap kedua yaitu pemberian materi atau pelatiha kepada guru mengenai jejaring sosial facebook dalam rangka mensukseskan program Satu Guru Satu Facebook. Tahap kedua ini bertujuan untuk mengenalkan guru kepada facebook serta membuat mereka paham akan fungsi dan tujuan dari program ini sendiri. Pada tahapan ini juga akan dikenalkan fitur0fitur apa saja yang ada di facebook dengan tujuan agar guru lebih memahami dan dapat menggunakan facebook dengan tepat. Tahap ketiga yaitu pemberdayaan pasca program. Tahap ini bertujuan agar para pelaku pendidikan di sekolah khususnya dapat membudidayakan semaksimal mungkin program Satu Guru Satu Facebook.

Pada era globalisasi ini segala informasi di belahan dunia lain dapat diterima dengan mudah. Akses informasi bisa di dapat melalui berbagai cara, perkembangan jaman pun ikut mempermudah mengakses informasi. Salah satunya internet yang bisa mempercepat untuk mendapat informasi. Hanya dengan duduk di depan komputer, segala informasi bisa langsung di dapat. Apalagi dengan adanya perusahaan search engines seperti google, MSN, Yahoo, Altavista, HotBot, Excite, InfoSeek dan Lycos. Dengan hanya memasukkan kata kunci, secara otomatis search engines akan mencari  judul berita yang mengandung kata kunci yang diinputkan dari berbagai situs yang mengandung kata kunci inputan.

     Search engines atau mesin pencari adalah program komputer yang dirancang untuk melakukan pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www, ftp, ataupun publikasi milis ataupun news group dalam sebuah ataupun sejumlah komputer peladen dalam suatu jaringan.

Mesin pencari web bekerja dengan cara menyimpan informasi tentang banyak halaman web.Halaman-halaman ini diambil dengan web crawler,Isi setiap halaman lalu dianalisis untuk menentukan cara indeks-nya (misalnya, kata-kata diambil dari judul, subjudul, atau field khusus yang disebut meta tag). Kemudian Spider menumpuk seluruh informasi yang didapatnya kedalam sebuah database yang dinamakan index.Data tentang halaman web disimpan dalam sebuah database indeks untuk digunakan dalam pencarian selanjutnya.Peran search engines sudah dapat dirasakan pengguna internet. Menurut data yang ada, hampir 70% pengguna internet melakukan browsing melalui search engines. Karena tidak mungkin seseorang menghafal ribuan bahkan milyaran alamat situs web. Oleh karena itu search engines berperan memudahkan pengguna internet untuk menjelajahi dunia maya menggunakan bantuan kata kunci yang diinputkan oleh pengguna.  Sehingga pengguna bisa memilih memasuki situs web yang membahas atau menyediakan tentang inputan yang di masukkan pengguna.

Fungsi search engines hampir mirip dengan perannya, yaitu untuk mencari informasi dengan cara mengetikkan kata kunci yang dimaksud,sehingga akan ditampilkan pada hasil pencarian yang berupa website website asli dimana informasi tersebut berada. Fungsi lain dari search engines, khususnya google, ternyata selain berfungsi sebagai pencari, dapat juga difungsikan sebagai kalkulator, alat konversi, waktu, infomasi cuaca. Tujuan dibuatnya search engine yaitu memudahkan untuk mendapat informasi tanpa harus membuka satu persatu alamat web, selain itu bisa digunakan untuk kegiatan komersil seperti iklan.

Search Engine pada Internet


Pada era globalisasi ini segala informasi di belahan dunia lain dapat diterima dengan mudah. Akses informasi bisa di dapat melalui berbagai cara, perkembangan jaman pun ikut mempermudah mengakses informasi. Salah satunya internet yang bisa mempercepat untuk mendapat informasi. Hanya dengan duduk di depan komputer, segala informasi bisa langsung di dapat. Apalagi dengan adanya perusahaan search engines seperti google, MSN, Yahoo, Altavista, HotBot, Excite, InfoSeek dan Lycos. Dengan hanya memasukkan kata kunci, secara otomatis search engines akan mencari  judul berita yang mengandung kata kunci yang diinputkan dari berbagai situs yang mengandung kata kunci inputan.

     Search engines atau mesin pencari adalah program komputer yang dirancang untuk melakukan pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www, ftp, ataupun publikasi milis ataupun news group dalam sebuah ataupun sejumlah komputer peladen dalam suatu jaringan.

Mesin pencari web bekerja dengan cara menyimpan informasi tentang banyak halaman web.Halaman-halaman ini diambil dengan web crawler,Isi setiap halaman lalu dianalisis untuk menentukan cara indeks-nya (misalnya, kata-kata diambil dari judul, subjudul, atau field khusus yang disebut meta tag). Kemudian Spider menumpuk seluruh informasi yang didapatnya kedalam sebuah database yang dinamakan index.Data tentang halaman web disimpan dalam sebuah database indeks untuk digunakan dalam pencarian selanjutnya.Peran search engines sudah dapat dirasakan pengguna internet. Menurut data yang ada, hampir 70% pengguna internet melakukan browsing melalui search engines. Karena tidak mungkin seseorang menghafal ribuan bahkan milyaran alamat situs web. Oleh karena itu search engines berperan memudahkan pengguna internet untuk menjelajahi dunia maya menggunakan bantuan kata kunci yang diinputkan oleh pengguna.  Sehingga pengguna bisa memilih memasuki situs web yang membahas atau menyediakan tentang inputan yang di masukkan pengguna.

Fungsi search engines hampir mirip dengan perannya, yaitu untuk mencari informasi dengan cara mengetikkan kata kunci yang dimaksud,sehingga akan ditampilkan pada hasil pencarian yang berupa website website asli dimana informasi tersebut berada. Fungsi lain dari search engines, khususnya google, ternyata selain berfungsi sebagai pencari, dapat juga difungsikan sebagai kalkulator, alat konversi, waktu, infomasi cuaca. Tujuan dibuatnya search engine yaitu memudahkan untuk mendapat informasi tanpa harus membuka satu persatu alamat web, selain itu bisa digunakan untuk kegiatan komersil seperti iklan.


Kriptografi secara cepat telah menjadi sebuah bagian yang sangat krusial dalam dunia ekonomi. Sebelum tahun 1980-an, kriptografi digunakan utamanya untuk bidang militer dan komunikasi diplomatik, dan hampir dalam konteks-konteks yang dibatasi. Dalam dunia belakangan ini, komunikasi berkembang dengan sangat cepatdengan adanya teknologi internet, akibatnya seorang hacker dengan siap sedia bisa mengintip transmisi data komputer untuk informasi yang berharga. Sekarang kita harus bisa melindungi cara akses kita ke komputer (melalui sandi lewat (password) dan akses jarak jauh yang terenkripsi), transaksi komersial kita (nomor-nomor kartu kredit dan data bank), data medis kita (yang sebentar lagi akan disimpan dalam sebuah kartu cerdas (smart card)), dan informasi-informasi lainnya. Faktanya kriptologi telah sangat bertambah luas, dari studi tentang sandi rahasia menjadi studi tentang kemanan informasi.

Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari mengenai bagaimana cara mengamankan suatu informasi. Pengamanan ini dilakukan dengan mengenkrip informasi tersebut dengan suatu kunci khusus. Informasi ini sebelum dienkrip dinamakan plaintext. Setelah dienkrip dengan suatu kunci dinamakan ciphertext. Keamanan suatu informasi agar tidak jatuh ke tangan orangorang yang tidak berkepentingan sangatlah penting agar tidak disalahgunakan. Informasi ini dapat berupa password, nomor kartu kredit, ataupun informasi pribadi lainnya.

Kriptografi mempunyai 2 (dua) bagian yang penting, yaitu enkripsi dan dekripsi. Enkripsi adalah proses dari penyandian pesan asli menjadi pesan yang tidak dapat diartikan seperti aslinya. Dekripsi sendiri berarti merubah pesan yang sudah disandikan menjadi pesan aslinya.

Usaha untuk menjaga kerahasiaan suatu informasi telah ada sejak jaman dahulu. Julius Caesar, kaisar Romawi, telah menggunakan metoda enkripsi sederhana dengan cara menggeser setiap karakter dalam pesannya dengan nilai tertentu. Cara ini cukup aman pada saat itu namun tidaklah mungkin dipakai saat ini karena dengan kemampuan komputasi komputer sekarang, akan sangat mudah dipecahkan.

Berbagai algoritma kriptografi telah diciptakan oleh para ahli kriptografi, namun berbagai usaha dilakukan oleh cracker untuk memecahkannya tidak sedikit yang membawa keberhasilan. Hal ini mendorong para kriptografi untuk menciptakan algoritmaalgoritma yang lebih aman.

Salah satu dari bagian kriptografi adalah fungsi hash satu arah. Fungsi hash satu arah adalah dimana kita dengan mudah melakukan enkripsi untuk mendapatkan cipher-nya tetapi sangat sulit untuk mendapatkan plaintext-nya. Salah satu fungsi hash yang paling banyak digunakan adalah Message Digest 5 (MD-5). MD-5 merupakan fungsi hash satu arah yang diciptakan oleh Ron Rivest. MD-5 adalah salah satu aplikasi yang digunakan untuk mengetahui bahwa pesan yang dikirim tidak ada perubahan sewaktu berada di jaringan. Algoritma MD-5 secara garis besar adalah mengambil pesan yang mempunyai panjang variable diubah menjadi ‘sidik jari’ atau ‘intisari pesan’ yang mempunyai panjang tetap yaitu 128 bit. ‘Sidik jari’ ini tidak dapat dibalik untuk mendapatkan pesan, dengan kata lain tidak ada orang yang dapat melihat pesan dari ‘sidik jari’ MD-5.

Sekilas mengenai Kriptografi



Kriptografi secara cepat telah menjadi sebuah bagian yang sangat krusial dalam dunia ekonomi. Sebelum tahun 1980-an, kriptografi digunakan utamanya untuk bidang militer dan komunikasi diplomatik, dan hampir dalam konteks-konteks yang dibatasi. Dalam dunia belakangan ini, komunikasi berkembang dengan sangat cepatdengan adanya teknologi internet, akibatnya seorang hacker dengan siap sedia bisa mengintip transmisi data komputer untuk informasi yang berharga. Sekarang kita harus bisa melindungi cara akses kita ke komputer (melalui sandi lewat (password) dan akses jarak jauh yang terenkripsi), transaksi komersial kita (nomor-nomor kartu kredit dan data bank), data medis kita (yang sebentar lagi akan disimpan dalam sebuah kartu cerdas (smart card)), dan informasi-informasi lainnya. Faktanya kriptologi telah sangat bertambah luas, dari studi tentang sandi rahasia menjadi studi tentang kemanan informasi.

Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari mengenai bagaimana cara mengamankan suatu informasi. Pengamanan ini dilakukan dengan mengenkrip informasi tersebut dengan suatu kunci khusus. Informasi ini sebelum dienkrip dinamakan plaintext. Setelah dienkrip dengan suatu kunci dinamakan ciphertext. Keamanan suatu informasi agar tidak jatuh ke tangan orangorang yang tidak berkepentingan sangatlah penting agar tidak disalahgunakan. Informasi ini dapat berupa password, nomor kartu kredit, ataupun informasi pribadi lainnya.

Kriptografi mempunyai 2 (dua) bagian yang penting, yaitu enkripsi dan dekripsi. Enkripsi adalah proses dari penyandian pesan asli menjadi pesan yang tidak dapat diartikan seperti aslinya. Dekripsi sendiri berarti merubah pesan yang sudah disandikan menjadi pesan aslinya.

Usaha untuk menjaga kerahasiaan suatu informasi telah ada sejak jaman dahulu. Julius Caesar, kaisar Romawi, telah menggunakan metoda enkripsi sederhana dengan cara menggeser setiap karakter dalam pesannya dengan nilai tertentu. Cara ini cukup aman pada saat itu namun tidaklah mungkin dipakai saat ini karena dengan kemampuan komputasi komputer sekarang, akan sangat mudah dipecahkan.

Berbagai algoritma kriptografi telah diciptakan oleh para ahli kriptografi, namun berbagai usaha dilakukan oleh cracker untuk memecahkannya tidak sedikit yang membawa keberhasilan. Hal ini mendorong para kriptografi untuk menciptakan algoritmaalgoritma yang lebih aman.

Salah satu dari bagian kriptografi adalah fungsi hash satu arah. Fungsi hash satu arah adalah dimana kita dengan mudah melakukan enkripsi untuk mendapatkan cipher-nya tetapi sangat sulit untuk mendapatkan plaintext-nya. Salah satu fungsi hash yang paling banyak digunakan adalah Message Digest 5 (MD-5). MD-5 merupakan fungsi hash satu arah yang diciptakan oleh Ron Rivest. MD-5 adalah salah satu aplikasi yang digunakan untuk mengetahui bahwa pesan yang dikirim tidak ada perubahan sewaktu berada di jaringan. Algoritma MD-5 secara garis besar adalah mengambil pesan yang mempunyai panjang variable diubah menjadi ‘sidik jari’ atau ‘intisari pesan’ yang mempunyai panjang tetap yaitu 128 bit. ‘Sidik jari’ ini tidak dapat dibalik untuk mendapatkan pesan, dengan kata lain tidak ada orang yang dapat melihat pesan dari ‘sidik jari’ MD-5.

Senin, 19 September 2011



Data adalah kumpulan dari fakta  yang berwujud angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya. Data belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data yang telah mengalami proses pengolahan/manipulasi antara satu sama lain yang memiliki hubungan dan memiliki makna di dalam konteksnya disebut dengan informasi. Informasi memiliki sifat perfect dan imperfect. Ditinjau dari sifatnya, informasi dapat dikatakan baik apabila memiliki karakteristik tepat waktu, akurat, mudah diakses, tanpa keraguan, berhubungan dan berdasar pada fakta. Informasi bisa didapatkan dari berbagai macam sumber.

Pengetahuan adalah informasi yang diketahui/disadari oleh seseorang. Atau dengan kata lain hasil dari pemahaman suatu informasi pada area perhatian  tertentu yang mendukung pengambilan suatu keputusan. Hubungan antara ketiganya bisa digambarkan seperti gambar di atas.

Informasi telah mengalami perkembangan yang sangat pesat dan berdasarkan perkembangan tersebut kita dapat mengelompokkannya menjadi 3 periodesasi, yaitu zaman pertanian, zaman perindustrian dan zaman kita sekarang yang disebut dengan zaman informasi karena telah tercipta masyarakat informasi. Masyarakat informasi adalah suatu masyarakat di mana lebih banyak orang bekerja di bidang penanganan informasi daripada bidang pertanian dan industri.

Seiring dengan perkembangan zaman tersebut kita, masyarakat informasi mengenal istilah yang disebut dengan Teknologi Informasi. Sebenarnya teknologi adalah ilmu yang berkaitan dengan seni atau sains dengan pengaplikasian pengetahuan saintifik ke praktis. Sedangkan pengertian dari teknologi informasi menurut kamus oxford adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisis, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar.

Tujuan dari teknologi informasi adalah untuk memecahkan masalah, membuka kreativitas, efektivitas dan efisiensi. Sedangkan fungsinya adalah Menangkap (Capture), Mengolah (Processing), Menghasilkan (Generating), Menyimpan (Storage), Mengambil Kembali (Retrieval), Melakukan Transmisi (Transmission). Pada zaman sekarang bisa dikatakan kita sangat bergantung pada teknologi informasi karena berbagai faktor, antara lain kompleksitas tugas manajemen, pengaruh globalisasi, perlunya response time cepat, tekanan persaingan bisnis dan peningkatan layanan. 
Pesatnya pertumbuhan teknologi seakan tidak mungkin dilewatkan, untuk itu berbagai bidang telah menerapkan teknologi informasi secara berkala. Bidang-bidang tersebut antara lain industri, perbankan, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hiburan, dll

Teknologi Informasi pada Masa Kini



Data adalah kumpulan dari fakta  yang berwujud angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya. Data belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data yang telah mengalami proses pengolahan/manipulasi antara satu sama lain yang memiliki hubungan dan memiliki makna di dalam konteksnya disebut dengan informasi. Informasi memiliki sifat perfect dan imperfect. Ditinjau dari sifatnya, informasi dapat dikatakan baik apabila memiliki karakteristik tepat waktu, akurat, mudah diakses, tanpa keraguan, berhubungan dan berdasar pada fakta. Informasi bisa didapatkan dari berbagai macam sumber.

Pengetahuan adalah informasi yang diketahui/disadari oleh seseorang. Atau dengan kata lain hasil dari pemahaman suatu informasi pada area perhatian  tertentu yang mendukung pengambilan suatu keputusan. Hubungan antara ketiganya bisa digambarkan seperti gambar di atas.

Informasi telah mengalami perkembangan yang sangat pesat dan berdasarkan perkembangan tersebut kita dapat mengelompokkannya menjadi 3 periodesasi, yaitu zaman pertanian, zaman perindustrian dan zaman kita sekarang yang disebut dengan zaman informasi karena telah tercipta masyarakat informasi. Masyarakat informasi adalah suatu masyarakat di mana lebih banyak orang bekerja di bidang penanganan informasi daripada bidang pertanian dan industri.

Seiring dengan perkembangan zaman tersebut kita, masyarakat informasi mengenal istilah yang disebut dengan Teknologi Informasi. Sebenarnya teknologi adalah ilmu yang berkaitan dengan seni atau sains dengan pengaplikasian pengetahuan saintifik ke praktis. Sedangkan pengertian dari teknologi informasi menurut kamus oxford adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisis, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar.

Tujuan dari teknologi informasi adalah untuk memecahkan masalah, membuka kreativitas, efektivitas dan efisiensi. Sedangkan fungsinya adalah Menangkap (Capture), Mengolah (Processing), Menghasilkan (Generating), Menyimpan (Storage), Mengambil Kembali (Retrieval), Melakukan Transmisi (Transmission). Pada zaman sekarang bisa dikatakan kita sangat bergantung pada teknologi informasi karena berbagai faktor, antara lain kompleksitas tugas manajemen, pengaruh globalisasi, perlunya response time cepat, tekanan persaingan bisnis dan peningkatan layanan. 
Pesatnya pertumbuhan teknologi seakan tidak mungkin dilewatkan, untuk itu berbagai bidang telah menerapkan teknologi informasi secara berkala. Bidang-bidang tersebut antara lain industri, perbankan, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hiburan, dll